Senjata tradisional
Indonesia negara yang mempunyai berbagai macam suku dan budaya disetiap daerahnya terdapat senjata tradisional ciri khas nya masing-masing.
Senjata tradisional yaitu merupakan benda yang memiliki peran dalam membantu kehidupan pada pendahulu kita Nenek moyang bangsa Indonesia.
Peran yang di maksud kan adalah dalam hal kegunaan sebagai alat-alat untuk berburu, bertani, berperang, atau berlindung diri baik dari serangan musuh ataupun binatang buas.
Senjata tradisional dipakai waktu zaman dahulu untuk melawan pasukan penjajah yang ada di Indonesia, dan masing-masing senjata tradisional memiliki keistimewaannya.
Berikut ini ada 7 senjata tradisional Indonesia yang bikin pasukan penjajah ketakutan.
1. Bambu runcing
Sebuah senjata yang terbuat dari bahan baku bambu yang diruncingkan, senjata ini dahulu konon digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai alat perlawanan melawan penjajahan kolonial Belanda.
Bambu runcing pada saat ini banyak digunakan oleh berbagai daerah di Indonesia untuk melambangkan keberanian dan pengorbanan dalam meraih kemerdekaan.
Tokoh nya bernama K.H. Subchi yang berasal dari Parakan, Temanggung yang dikenal dengan gelar Jenderal Bambu Runcing. Ia merupakan penasehat (BMT) Barisan Muslimin Temanggung, kemudian dikenal menjadi Barisan Bambu Runcing.
2. Belati
Sejenis senjata tajam yang fungsinya untuk menusuk atau menikam. Penggunaannya dengan cara digenggam atau dilemparkan, dan juga ukurannya dapat lebih kecil ataupun lebih besar daripada pisau.
Senjata ini memiliki rentang sejarah yang panjang dan ada banyak jenisnya, salah satunya senjata sejenis belati yang terkenal yaitu rencong dari Aceh.
3. Golok
Senjata tradisional yang sering dipakai untuk aksesoris keseharian busana adat Betawi yang digunakan oleh kaum pria Betawi. Golok diselipkan kemudian diikat dengan ikat pinggang hijau serta dipakai ketika bekerja atau sedang bepergian sebagai alat untuk menjaga diri.
Golok terbuat dari besi baja karbon yang lebih lunak daripada pisau besar lainnya di dunia, membuatnya mudah untuk di asah tetapi membutuhkan pengasahan yang lebih sering.
4. Klewang
Berupa pedang bergaya golok satu sisi yang berasal dari suku Melayu untuk ukuran, berat, dan bentuk klewang yaitu pertengahan antara golok dan kampilan.
Klewang dalam bahasa Jawa disebut sebagai parang atau golok yang ujungnya melengkung seperti arit, hanya saja Klewang merupakan senjata tajam yang lebih besar dari clurit.
5. Parang
Senjata tajam yang terbuat dari besi biasa dan pohon pisang, bentuknya sederhana relatif sederhana tanpa pernak-pernik. Kegunaannya untuk alat potong atau alat tebas kala penggunanya keluar masuk hutan, parang juga biasa digunakan untuk pertanian.
Parang merupakan senjata tradisional masyarakat Melayu di Jawa dan Sumatera, zaman dahulu parang digunakan sebagai senjata untuk melawan para penjajah.
6. Keris
Senjata tajam golongan belati yang memiliki ragam fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah.
Keris digunakan untuk mempertahankan diri contohnya ketika bersilat dan sebagai alat kebesaran raja.
Senjata ini merupakan lambang kedaulatan orang Melayu, keris yang paling masyhur yaitu keris Taming Sari yang merupakan keris Hang Tuah ia seorang pahlawan Melayu yang terkenal.
7. Busur dan anak panah
Sebuah senjata yang digunakan untuk menembakkan anak panah dibantu dengan kekuatan elastisitas dari panah itu sendiri.
Materialnya terbuat dari tulang dan kayu digunakan sebagai bahan utama busur dan anak panah dalam waktu yang sangat lama, hingga akhirnya ditemukan bahan lain yang lebih keras, ringan, dan lentur.
Senjata tradisional kini sudah menjadi barang yang dianggap mempunyai nilai sejarah yang tinggi, tidak heran banyak yang menjadikannya itu pajangan dan koleksi-koleksi dirumah ataupun di tempat kerja mereka.
Apabila ingin membeli senjata tradisional sekarang sudah bisa dibeli secara online, dengan perkembangan zaman dan teknologi transaksi jual-beli barang bisa dilakukan menggunakan telepon seluler di manapun dan kapanpun.
Sebaiknya kita juga mengajari kepada anak-anak kita mengenai sejarah senjata tradisional, karena generasi mereka lah nanti yang akan meneruskan pelestarian benda-benda bersejarah.








Komentar
Posting Komentar